Alif Turiadi: 2021, Pemulihan Ekonomi Masyarakat

img

(Alif Turiadi, Wakil Ketua DPRD Kukar)


TENGGARONG, Terjadi penurunan yang sangat signifikan nilai pada APBD Kutai Kartanegara 2021 mendatang. Nilai RAPBD Kukar yang sudah disepakati TAPD dan DPRD Kukar sebesar Rp3,6 triliun, nilai tersebut turun kisaran Rp1,2 triliun dari nilai awal sesuai RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) sebesar Rp4,8 triliun.

Anggota DPRD Kukar dari Partai Persatuan Pembangunan Ahmad Zulfiansyah mengatakan kondisi penurunan APBD Kukar karena memang menurun pendapatan dari DBH (Dana Bagi Hasil).

“Semua harus menyadari bahwa kondisi APBD kita tahun depan mengalami penurunan,” kata Ahmad Zulfiansyah.

Dengan penurunan tersebut maka penganggaran perlu menyesuaikan dengan memprioritas kebutuhan generik, dan mudah mudahan tahunberikutnya yakni 2022 kondisi keuangan Kukar akan kembali normal lagi.

Sementara itu secara terpisah Wakil Ketua DPRD Kutai Kartanegara Alif Turiadi menyebut, kondisi perekonomian daerah dan maupun secara nasional selama Pandemi Covid-19 semua terdampak. Perekonomian lesu, daya beli masyarakat juga turun.

“Oleh karenanya menurut saya fokus pada 2021 juga harus dipikirkan upaya dalam proses pemulihan ekonomi masyarakat. Pemulihan kesehatan dan pemulihan ekonomi masyarakat,” tegasnya belum lama ini.(awi/adv)